-->

Fadhilah Membaca Surat Yasin Ayat 9 36 58 82 83 Arab Latin Lengkap Artinya

Keterangan Umum Surah Yasin
Surah Yasin termasuk juga surah Makkiyah yang agung, terbagi dalam 83 ayat, surah dengan nomor urut 36 dalam Al-Qur’an. Ayat-ayatnya pendek serta begitu mengena di hati orang beriman. Kajian paling utama yaitu seperti kajian surah-surah Makkiyah biasanya, yakni bicara mengenai tauhid uluhiyah, tauhid rububiyah serta karena beberapa orang yang mendustakannya. Problematika sebagai pokok paling utama dalam surah ini yaitu problem kebangkitan serta hari kiamat.

Keutamaan Surah Yasin
Pertama : Surah Yasin yaitu jantungnya Al-Qur’an

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ شَىءٍ قَلبًا وَقَلبُ القُرآنِ يس َمَن قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ القُرآنِ عَشرَ مَرَّاتٍ

“Segala suatu hal mempunyai jantung. Jantungnya Al-Qur’an yaitu surah Yasin. Siapa yang membaca surah Yasin, jadi Allah juga akan mencatat baginya seperti membaca Al-Qur’an sepuluh kali. ” (HR. Tirmidzi, no. 2887)

Ke-2 : Membaca surah Yasin pada seorang yang juga akan mati

Dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اقرَءُوا (يس) عَلَى مَوتَاكُم

“Bacakanlah surah Yasin pada seorang yang nyaris mati diantara kalian. ” (HR. Abu Daud, no. 3121 ; Ibnu Majah, no. 1448 ; An-Nasa’i dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, no. 1074)

Ke-3 : Keutamaan surah Yasin di baca pada malam hari serta saat masuk kubur

مَن قَرَأَ سُورَةَ (يس) فِي لَيلَةٍ أَصبَحَ مَغفُو�'رًا لَهُ

“Barangsiapa yang saat malamnya membaca surah Yasin, jadi dia juga akan diampuni saat pagi harinya. ”

مَن دَاوَمَ عَلَى قِرَاءَتِهَا كُلَّ لَيلَةٍ ثُمَّ مَاتَ مَاتَ شَهِيدًا

“Barangsiapa senantiasa membaca (Yasin) pada tiap-tiap malam, lalu dia mati, jadi dia mati dalam kondisi syahid. ”

مَن دَخَلَ المَقَابِرَ فَقَرَأَ سُورَةَ (يس) ، خُفِّفَ عَنهُم يَومَئِذٍ ، وَكَانَ لَهُ بِعَدَدِ مَن فِيهَا حَسَنَات

“Barangsiapa yang masuk kuburan serta membaca surah Yasin, jadi pada hari itu juga akan diringankan (siksa) mereka (beberapa penghuni pendam) serta dia juga akan memperoleh pahala sejumlah yang berada di dalamnya. ”
Ke-4 : Surah Yasin bergantung kemauan membacanya

Ada hadits yang berbunyi begini,

يس لِمَا قُرِئَت لَهُ

“Surah Yasin bergantung kemauan orang yang membacanya”.

Tujuannya yaitu kalau bacaan surah Yasin bisa penuhi kepentingan serta mempermudah masalah sesuai sama yang diniatkan saat membacanya.

17 Kelebihan Surat Yasin yang Luar Biasa
Surat yasin adalah surat ke-36 dalam Al-Quran serta terbagi dalam 83 ayat. Surat ini di turunkan di kota Mekkah, dikatakan sebagai surat Makkiyah. Kandungan surat yasin cukup luas, mencakup pokok-pokok keimanan, sinyal tanda kekuasaan Allah ta’ala, peringatan kematian, hari akhir, dan cerita perjuangan beberapa syuhada serta pendakwah.

Umumnya surat yasin seringkali di baca oleh orang-orang Indonesia. Terutama pada malam Jum’at. Diluar itu surat yasin juga di baca waktu tahlilan jika ada orang yang wafat dunia.

Sama dengan sebagian keutamaan serta kelebihan surat Al- Quran yang lain, seperti Keutamaan Surat Al Kautsar, Keutamaan Surat Al Mulk, Keutamaan Surat Al Kahfi, Keutamaan Ar Rahman, Keutamaan Ayat Seribu Dinar, Surat yasin juga mempunyai Fadhilah Surat Yasin yang mengagumkan. Nah, di bawah ini sebagian kelebihan surat yasin menurut islam :

Diampuni dosa-dosa
Fadhilah surat yasin yang pertama diterangkan dalam hadist kisah At Thabrani, di mana dijelaskan kalau seorang yang membaca surat yasin pada malam hari jadi esok paginya dosa-dosa orang itu juga akan diampuni.

“Siapa yang membaca (surat) Yasin saat malam hari dengan mengharap keridoan Allah jadi diampuni dosa-dosanya. ” (HR. At Thabrani serta Al-Bayhaqi, dari Abu hurairah ra).

Dipandang mati syahid
Dalam kisah At-Thabrani juga diterangkan kalau seorang yang teratur membaca surat yasin tiap-tiap malam jadi ia juga akan dipermudah ajalnya. Serta ia wafat dalam kondisi syahid.

“Barang siapa yang membiasakan membaca yasin tiap-tiap malam jadi tanpa ada terduga dia menjumpai ajalnya, jadi matinya dalam kondisi syahid. ” (HR. At- thobroni, dari pernyataan Anas bin malik).

Memudahkan semua masalah
Membaca surat yasin juga diakui bisa memudahkan beragam problem hidup, umpamanya problem hutang piutang, pertikaian, dsb.

“Barang siapa yang membaca surat yasin dari pagi hai, jadi pekerjaan dihari itu dimudahkan dengan kesuksesan, apabila membacanya di akhir satu hari jadi tugasnya sampai pagi hari selanjutnya juga akan dimudahkan juga. ” (Sunaan daarimi juz 2 halaman 549).

Memperoleh ketenangan hati
Membaca Al-quran sama seperti dengan berdizikir. Serta seorang yang perbanyak dizikir jadi hatinya juga akan tenang. Demikianlah keutamaan beberapa orang yang rajin membaca surat Yasin atau surat yang lain.

Allah Ta’ala berfirman : “ (yakni) beberapa orang yang beriman serta hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingat-ingatlah, cuma dengan mengingati Allah-lah hati jadi tenteram. ” (Ar-ra’ad : 28).

“Orang orang yang beriman hati mereka juga akan tenteram dengan mengingat allah SWT. ingat-ingatlah cuma dengan mengingatnya jadi hati jadi tenteram. ” (QS. Ar-ra’du : 28).



Terlepas dari siksa kubur
Siapa sich yg tidak takut juga akan siksa pendam? Cuma memikirkan saja telah dapat buat bulu kuduk merinding. Nah, fadhilah surat yasin yang mengagumkan dipercaya dapat memperingan kita dari siksa pendam yang mengerikan.

“Barang siap yang berkunjung ke makam seorang serta membacakan surat yasin jadi pada hari itu allah SWT memperingan siksa pendam mereka serta diberikannya kebaikan untuk beberapa penghuni pendam diperkuburan itu. ” (Tafsir Nur ats-tsagalayn 4/373).

Memudahkan sakaratul maut
Membaca surat yasin juga diakui bisa menolong sakaratul maut supaya lebih gampang. Seperti diterangkan dalam tafsir Al-Quran Al azhim :

“Membaca surat yasin disisinya mayat juga akan turunkan banyak rahmat serta barokah serta mempermudah keluarnya ruh. ” (Tafsir alqur’an Al-azhim 6/562 daran nassyr wat tauzi).

“Disunnahkan membaca surat yasin selain seorang yang tengah hadapi kematian. ” (Al – Majmu’syaih Al muhadzdzab 5/76 Dar’alim alkitab).

Tingkatkan keimanan
Jika kita membaca surat Yasin dengan mengerti berarti, jadi kita juga akan mengerti begitu besar keagungan Allah. Begitu mengerikannya kematian, serta bagaimana perjuangan beberapa pendakwah di waktu dulu untuk membela islam. Pastinya hal semacam ini dapat buat keimanan kita makin bertambah.

Semua hajat dipenuhi
Jika ada hasrat atau hajat yang diinginkan jadi dengan membaca surat yasin diyakni masalah juga akan dipenuhi oleh Allah Ta’ala. Seperti diterangkan dalam hadist :

“Barang siapa yang membaca surat yasin seutuhnya serta waktu menjangkau pada ayat 58 surat yasin itu diulang sejumlah 7 kali jadi allah SWT juga akan memudahkan serta mengabulkan hajatnya. ”

Menolong pengampunan supaya di terima Allah Ta’ala
“Barang siapa yang membaca surah yasin untuk memohon ridho Allah, jadi juga akan diampuni dosanya yang sudah kemarin. ” (Al-baihagy dalam sy’abil iman dan mu’qil bin yasar rabersanma kanzul aumal Juz 112629).


Peroleh pahala berlipat ganda
Dalam kisah At-Tirmidzi serta Ad-Darimi, mereka menerangkan kalau Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kalau surat yasin yaitu jantung Al-quran. Serta siapa yang membaca Al-Quran juga akan diberi pahala sama dengan 10 kali membaca Al-Quran.

Memperoleh kemuliaan
Pada intinya tiap-tiap surat di Al-Quran itu baik. Dengan membaca Al-Quran dengan teratur, termasuk juga surat yasin jadi kita juga akan dimuliakan oleh Allah Ta’ala. Seperti diterangkan dalam hadist :

“Siapa yang membaca Al-Qur’an serta beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan ke-2 ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahayanya (mahkota) tambah baik dari sinar matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah sekian itu matahari ada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), jadi apa sangkaan anda pada yang beramal dengan adanya ini (al-Qur’an). ” (HR. Abu Daud).

Dipandang jadi keluarga oleh Allah Ta’ala
Rajin membaca Al-quran, termasuk juga surat yasin mempunyai kelebihan yang mengagumkan. Satu diantaranya juga akan dipandang keluarga oleh Allah Ta’ala. Seperti pemaparan dalam hadist shahih :

”Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kelompok manusia. ’ Beliau saw di tanya, ’Siapa mereka wahai Rasulullah. ’ Beliau saw menjawab, ’mereka yaitu Ahlul Qur’an, mereka yaitu keluarga Allah serta beberapa orang khusus-Nya. ” (HR. Ahmad serta Ibnu Majah).

Pemberi syafa’at di akhirat kelak
Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu, saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karna ia (Al-Qur`an) akan tiba pada Hari Kiamat nantinya jadi pemberi syafa’at untuk beberapa orang yang rajin membacanya. ” (HR. Muslim).

Jiwa juga akan bersih
Teratur membaca Al-Quran bisa buat jiwa kita jadi bersih. Ini dapat dimisalkan laksana bunga yang beraroma harum. Pastinya kelebihan ini berlaku untuk semuanya surat dalam Al-Quran, termasuk juga yasin.

Dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata, kalau Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Perumpaan seseorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an yaitu seperti buah Al-Atrujah yang aromanya wangi serta rasa-rasanya enak. Perumpamaan seseorang mu`min yg tidak membaca Al-Qur`an yaitu seperti buah tamr (kurma) tak ada aromanya tetapi rasa-rasanya manis.

Perumpamaan seseorang munafiq tetapi ia rajin membaca Al-Qur`an yaitu seperti buah Raihanah yang aromanya wangi tetapi rasa-rasanya pahit. Sedang perumpaan seseorang munafiq yg tidak rajin membaca Al-Qur`an yaitu seperti buah Hanzhalah yg tidak mempunyai aroma serta rasa-rasanya juga pahit. ” (Al-Bukhari serta Muslim).

Berikan sinar di kegelapan
“Aku wasiatkan pada kalian supaya bertakwa pada Allah serta Al Qur’an sebenarnya ia yaitu sinar kegelapan, panduan di siang hari jadi bacalah dengan benar-benar. ” (HR. Baihaqi).

Peroleh pahala seperti orang bersedekah
“Orang yang membaca Al-Qur’an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, orang yang membaca Al-Qur’an dengan tersembunyi seperti orang yang bersedekah dengan sembunyi. ” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi serta Nasa’i).

Peroleh sinar di hari kiamat
Dari Abu Hurairah ra berkata : “Bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang medengar satu ayat dari pada Kitab Allah Ta’ala (al-Qur’an) ditulis baginya satu kebaikan yang berlipat-lipat. Siapa yang membacanya juga, baginya cahanya di hari kiamat. ”

Sekianlah sebagian kelebihan surat yasin dalam islam. Pada intinya, semuanya surat Al-Quran itu baik. Faedah membaca alquran dalam kehidupan dapat memudahkan semua masalah serta jadi penolong kita di akhirat nantinya. Tidak lupa juga kita harus mengamalkan rukun islam, rukun iman, peranan agama islam, serta Peranan Al-quran Untuk Umat Manusia.

Berikut bacaan surat yasin arab latin

1. Yā -Sīn

Yā -Sīn
2. Wal-Qur’āni Al-Ĥakīm

Demi Al-Qurán yang penuh hikmah
3. ‘Innaka Lamina Al-Mursalīn

Sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rosul-rosul
4. `Alaá Şirāţin Mustaqīm

(yang berada) di atas jalan yang lurus
5. Tanzīlal-`Azīzir-Raĥīm

(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Alloh), Yang Maha perkasa Maha Penyayang
6. Litundzira QawmāmmMā undzira Ābā’uHum FaHum Ghāfilūn

Agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai
7. Laqad Ĥaqqal-Qawlu `Alaá AkthariHim FaHum Lā Yu’uminūn

Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman
8. ‘Innā Ja`alnā Fī A`nāqiHim ‘Aghlālāan Fahiya ‘Ilaá Al-‘Adhqāni FaHum Muqmaĥūn

Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah
9. Wa Ja`alnā Min Bayni ‘Aydīhim Saddāaw Wa Min Khalfihim Saddāan Fa’aghshaynāhum Fahum Lā Yubşirūn

Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat
10. Wa Sawā’un `Alayhim A andhartahum Am Lam Tundhirhum Lā Yu’uminūn

Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga
11. ‘Innamā Tundziru Manittaba`adz-zhikra Wa Khashiyar-Roĥmana Bil-Ghaybi Fabasysyirhu Bimaghfiratinwwa Ajrin Karīm

Sesungguhya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia
12. Innā Naĥnu Nuĥyi Al-Mawtaá Wa Naktubu Mā Qaddamū Wa Āthārahum Wa Kulla Syai’in ahşhaynāhu Fī ‘Imāmim Mubīn

Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab jelas (Lauh Mahfuz)

13. Wadhrib lahum matsalan ash-haabalqoryati idz jāahal mursaluuun

Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka

14. Idz arsalnā ilayhimutsnayni fakadzdzabuuhumaa fa’azzaznaa bitsaalitsinn faqoolā innaa ilaykum mursaluun

(Yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka 2 orang utusan, kemudian mereka mendustakan ke-2 nya, kemudian Kami kuatkan dengan utusan yang ke-3 (utusan itu) berkata “sungguh, kami adalah orang-orang yang di utus kepadamu”

15. Qooluu mā antum illaa basyarum mitslunaa wamaa anzalrrohmaanu min syay in in antum illaa takdzibuuun

Mereka (penduduk negeri) menjawab “Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Alloh) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apapun, kamu hanyalah pendusta belaka”

16. Qooluu rabbunaa ya’lamu innā ilaykum lamursaluun

Mereka berkata “Tuhan ami mengetahui sesungguhya kami adalah utusan-utusan-Nya kepada kamu

17. Wamaa ‘alaynā illa lbalaaghulmubīn

Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan perintah Alloh dengan jelas

18. Qoolū innaa tathoyyarnaa bikum laillam tantahuu lanarjumannakum walayamassannakum minnaa ‘adzaabun alīm

Mereka menjawab “sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh jika kamu tidak menyeru kami, niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami

19. Qooluu thõirukum ma’akum ain dzukkirtum bal antum qawmum musrifūn

Mereka (utusan-utusan) itu berkata “kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamua adalah kaum yang melampaui batas”

20. Wajā a min aqsholmadiinati rajuluy yas’aa qoola yaa qawmittabi’ul mursalīn

Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas dia berkata “wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu

21. Ittabi’uu mal laa yas alukum ajrow wahum muhtadūn

Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk

22. Wamaa liya lā a’budulladzii fatharanii wailayhi turja’uuun

Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Alloh) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nya lah kamu akan dikembalikan

23. A-attakhidzu min duunihi aalihatan iy yuridni rrohmaanu bidhurril laa tughni ‘annii syafaa’atuhum syay-aw walaa yunnqidzuun

Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Alloh) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku

24. Innii idzal lafii dholaalim mubiiin

Sesungguhnya jika aku berbuat begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata

25. InnĪ aamanntu birobbikum fasma’uuun

Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu, maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku

26. Qiiladkhulil jannata qoola yaa layta qowmii ya’lamuuun

Dikatakan (kepadanya) “Masuklah ke surga”Dia (laki-laki) itu berkata

“Alangkah baiknya sekira kaumku mengetahui”

27. Bimaa ghofaro lii robbii waja’alanii minalmukromiiin

Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan

28. Wamā annzalnaa ‘alaa qowmihii mimm ba’dihii minn junndim minassamāi wamaa kunnaa munnzilīn

Dan setelah dia (meningggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya

29. Inn kaanat illaa shoyhataw waahidatann faidzaa hum khoomidūn

Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja, maka seketika itu mereka mati

30. Yaa hasrotan ‘alaa l’ibaadi maa ya’tiihim mir rosuulin illaa kaanuu bihi yastahziūn

Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rosul kepada mereka, mereka selalu mengolok-oloknya

31. Alam yarow kam ahlaknaa qoblahum minalquruuni annahum ilayhim laa yarji’ūn

Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka

32. Wainn kullul lammaa jamii’ul ladaynaa muhdorūn

Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami

33. Wa aayatul lahumul ardhul maytatu ahyaynaahaa waakhrojnaa minhaa habbann faminhu ya’kulūn

Dan suatu tanda (kebesaran Alloh) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan

34. Waja’alnaa fiihaa jannaatim min nakhiiliw wa-a’naabiw wafajjarnaa fiihaa minal’uyūn

Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air

35. Liya’kuluu minn tsamarihi wamaa ‘amilathu aydiihim afalaa yasykurūn

Agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?

36. Subhaanalladzii khalaqol azwaaja kullahaa mimmaa tummbitul ardhu wamin anfusihim wamimmaa laa ya’lamūn

Mahasuci (Alloh) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui

37. Waaayatul lahumullaylu naslakhu minhunnahaaro fa-idzaa hum muzhlimūn

Dan suatu tanda (kebesaran Alloh) bagi mereka adalah malam, Kami tanggalkan siang dari malam itu,maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan

38. Wasysyamsu tajrii limustaqarril lahaa dzaalika taqdiiru l’aziizi l’aliim

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Alloh) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui

39. Walqomaro qoddarnaahu manaazila hattaa ‘aada kal’urjuuni lqodīm

Dan telah kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga setelah ia sampai ke tempat persaran yang terakhir kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua

40. Laa sysyamsu yammbaghii lahaa an tudrikal qomaro walaallaylu saabiqu nnahaari wakullunn fii falakiy yasbahūn

Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya

41. Wa aayatul lahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum fiilfulkil masyhūn

Dan suatu tanda (kebesaran Alloh) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan

42. Wakhalaqnaa lahum mim mitslihi maa yarkabūn

Dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai

43. Wa-in nasya’nughriqhum falaa shoriikho lahum walaa hum yunqodzūn

Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan

44. Illaa rahmatam minnaa wamataa’an ilaa hīn

Melainkan (kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu

45. Wa-idzaa qiila lahumuttaquu maa bayna aydiikum wamaa kholfakum la’allakum turhamūn

Dan apabila dikatakan kepada mereka “Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat”

46. Wamaa ta’tiihim min aayatim min aayaati rabbihim illaa kaanuu ‘anhaa mu’ridhiin

Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya

47. Wa-idzaa qiila lahum anfiquu mimmaa rozaqokumulloohu qoolalladziina kafaruu lilladziina aamanuu anuth’imu mal law yasyaaullaahu ath’amahu in anntum illaa fii dholaalim mubīn

Dan apabila dikatakan kepada mereka “infakanlah sebagian rezeki yang diberikan Alloh kepadamu” orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman “apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Alloh menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata”

48. Wayaquuluuna mataa haadzaalwa’du inn kunntum shoodiqīn

Dan mereka (orang-orang kafir) berkata “kapan janji (hari berbangkit) itu terjadi jika kamu orang-orang yang benar?”

49. Maa yanzhuruuna illaa shoyhataw waahidatann ta’khudzuhum wahum yakhishshimūn

Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar

50. Falaa yastathii’uuna tawshiyataw walā ilā ahlihim yarji’ūn

Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya

51. Wanufikho fii shshuuri faidzaa hum minal ajdaatsi ilaa robbihim yansilūn

Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya

52. Qooluu yaa waylanaa mam ba’atsanaa mim marqadinaa haadzaa maa wa’ada rrohmaanu washodaqal mursalūn

Mereka berkata “celakalah kami! siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” inilah yang dijanjikann (Alloh) Yang Maha Pengasih dan benarlah rosul-rosul-Nya

53. Inn kaanat illaa shoyhataw waahidatann fa-idzaa hum jamii’ul ladaynaa muhdarūn

Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab)

54. Falyawma laa tuzhlamu nafsun syayaw walaa tujzawna illaa maa kuntum ta’malūn

Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan

55. Inna ashhaabaljannati lyawma fii syughulinn faakihūn

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)

56. Hum waazwaajuhum fii zhilaalin ‘alal arõiki muttakiūn

Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan

57. Lahum fiihaa faakihatuw walahum maa yadda’ūn

Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan

58. Salaamunn qawlam min robbin rohīm

(Kepada mereka dikatakan) “salam”, sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang

59. Wamtaazulyawma ayyuhalmujrimūn

Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir) “berpisahlah kamu dari (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa”

60. Alam a’had ilaykum yaa banii aadama allaa ta’budusysyaythoona innahu lakum ‘aduwwun mubīn

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu”

61. Waani’buduunii haadzaa shiroothum mustaqīm

Dan hendaklah kamu menyembah-Ku, inilah jalan yang lurus

62. Walaqad adholla minnkum jibillann katsiiran afalam takuunuu ta’qilūn

Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu, maka apakah kamu tidak mengerti?

63. Haadzihi jahannamullatii kunntum tuu’adūn

Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu

64. Ishlawhalyawma bimaa kunntum takfurūn

Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya

65. Alyawma nakhtimu ‘alā afwaahihim watukallimunā aydiihim watasyhadu arjuluhumm bimaa kaanuu yaksibūn

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan

66. Walaw nasyāu lathomasnaa ‘alā a’yunihim fastabaqu shshirootho fa-annaa yubshirūn

Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka, sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?

67. Walaw nasyāu lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim famaa stathaa’uu mudhiyyaw walaa yarji’ūn

Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada, sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga mereka tidak sanggup kembali

68. Waman nu’ammirhu nunakkis-hu filkholqi afalaa ya’qilūn

Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian (nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?

69. Wamaa ‘allamnaahu sysyi’ro wamaa yammbaghii lahu in huwa illaa dzikruw waqur-aanum mubīn

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qurán itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang jelas

70. Liyundziro mann kaana hayyaw wayahiqqolqawlu ‘alaalkaafir īn

Agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir

71. Awa lam yaraw annaa kholaqnaa lahum mimmaa ‘amilat aydiinā an’aamann fahum lahaa maalikūn

Dan tidaklah mereka melihat bahwa Kami telah melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya?

72. Wadzallalnaahaa lahum faminhaa rokuubuhum waminhaa ya’kulūn

Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka, lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan

73. Walahum fiihaa manaafi’u wamasyaaribu afalaa yasykurūn

Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maa mengapa mereka tidak bersyukur?

74. Wattakhodzuu min duunillaahi aalihatal la’allahum yunnshorūn

Dan mereka mengambil sesembahan selain Alloh agar mereka mendapat pertolongan

75. Laa yastathii’uuna nashrohum wahum lahum jundun muhdhorūn

Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka, padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu

76. Falaa yahzunnka qowluhum innaa na’lamu maa yusirruuna wamaa yu’linūn

Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan

77. A wa lam yarol-innsanu anna khalaqnahu min nutfatinn fa idzaa huwa khosimum mubīn

Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata

78. Wa dhoroba lana matsalaw wa nasiya kholqoh, qoola may yuhyil-izhooma wa hiya ramīm

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya, dia berkata “siapakah yang dapat menghidupkan tulang-tulang yang telah hancur luluh?”

79. Qul yuhyiihal ladziiii ann syaahaaa awwala marroh, wa huwa bi kulli kholqin ‘aliiim.

Katakanlah (Muhammad) “yang akan menghidupkan ialah (Alloh) yang menciptakannya pertama kali . Dan Dia Maha mengetahui tentang segala mahluk

80. Innamaa ja’ala lakum minasy syajaril akhdhori naaronn faidzaa anntum minhu tuuqiduun.

Yaitu (Alloh) menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu

81. Awa laysalladzii kholaqossamaawaati wal-ardho biqoodirin ‘alaa ayyakhluqo mitslahum balaa wahuwal khollaaqul ‘alīm

Dan bukanlah (Alloh) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui

82. Innamā amruhu idzā arooda syay-an ay yaquula lahu kunn fayakūn

Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya “Jadilah!” maka jadilah sesuatu itu

83. Fasubhaanalladzii biyadihii malakuutu kulli syayiw wailayhi turja’ūn

Maka Mahasuci (Alloh) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.