-->

Bacaan Sholat Wajib Disertai Tatacara Pelaksanaan Lengkap Araba Dan Latinnya


Niat Shalat Lima Waktu
Niat shalat subuh Ushalli fardhas shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (ma'muuman/imaaman) lillahi ta'aalaa
Niat shalat zhuhur Ushalli fardhazh zhuhri arba'a rakaatim mustaqbilal qiblati adaa-an (ma'muman/imaman) lillaahi ta'aalaa
Niat shalat ashar Ushalli fardhal 'ashri arba'a rakaatim mustaqbilal qiblati adaa-an (ma'muman/imaman) lillaahi ta'aalaa
Niat shalat magrib Ushalli fardhal maghribi tsalaatsa raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an (ma'muman/imaman) lillaahi ta'aalaa
Niat shalat ìsya Ushalli fardhal isyaa-i arba'a raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an (ma'muman/imaman) lillahi ta'aalaa

Pergerakan Berdiri Tegak untuk Salat, Berdiri tegak pada salat fardu hukumnya harus. Berdiri tegak adalah satu diantara rukun salat. Sikap ini dikerjakan mulai sejak sebelumnya takbiratul ihram. Langkah mengerjakannya yaitu seperti berikut.
Tempat tubuh mesti tegak lurus serta tidak membungkuk, terkecuali bila sakit.
Tangan rapat di samping tubuh.
Kaki direnggangkan, paling lebar selebar bahu.
Semuanya ujung jari kaki menghadap kiblat.
Pandangan lurus ke tempat sujud.
Tempat tubuh menghadap kiblat. Walau demikian, bila tidak ketahui arah kiblat, bisa menghadap ke arah mana saja. Asal dalam hati tetaplah punya niat menghadap kiblat.
Pergerakan Mengangkat Ke-2 Tangan. terdapat beberapa info mengenai langkah mengangkat tangan. Menurut umumnya ulama langkahnya yaitu seperti berikut.

Telapak tangan sejajar dengan bahu.
Ujung jari-jari sejajar dengan puncak telinga.
Ujung ibu jari sejajar dengan ujung bawah telinga.
Jari-jari direnggangkan.
Telapak tangan menghadap ke arah kiblat, bukanlah menghadap ke atas atau ke samping.
Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah untuk lelaki). Untuk wanita ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Tetapi, bisa juga merenggangkannya.
Berbarengan dengan mengatakan kalimat takbir.
Catatan : Mengangkat tangan saat salat ada pada empat tempat, yakni waktu takbiratulihram, waktu akan rukuk, waktu iktidal (bangun dari rukuk), serta waktu bangun dari rakaat ke-2 (usai tasyahud awal) untuk berdiri melanjutkan rakaat ke-3.
Pergerakan Sedekap dalam Salat. Sedekap dikerjakan setelah mengangkat tangan takbiratulihram. Mengenai langkahnya yaitu seperti berikut.

Telapak tangan kanan ditempatkan diatas pergelangan tangan kiri, tidak digenggamkan.
Menempatkan tangan bisa di dada. Bisa juga menempatkannya diatas pusar. Bisa juga menempatkannya dibawah pusar.
Saat bersedekap, doa yang pertama di baca yaitu doa iftitah. Sesudah usai iftitah, lalu membaca surat Al Fatihah. Setelah membaca surat Al Fatihah, lalu membaca surat pendek seperti Al Ikhlas, Al ‘Asr, serta An Nasr.
Mengenai Bacaan Sholat adalah seperti berikut ini :
DOA IFTITAH
ALLAAHU AKBARU KABIIRAA WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA WASUBHAANALLAAHI BUKRATAW WAASHIILAA.
Allah Maha Besar, Maha Prima Kebesaran-Nya. Semua Puji Untuk Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Serta Maha Suci Allah Selama Pagi Serta Petang.
INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.
Kuhadapkan Wajahku Pada Zat Yang Sudah Membuat Langit Serta Bumi Dengan Penuh Ketulusan Serta Kepasrahan Serta Saya Tidaklah Termasuk juga Orang-Orang Yang Musyrik.
INNA SHALAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN.
Sebenarnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Serta Matiku Semua Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta.
LAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN.
Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Serta Dengan Sekianlah Saya Diperintahkan Serta Saya Termasuk juga Orang-Orang Islam.
AL-FATIHAH
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Sekali lagi Maha Penyayang.
AL HAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.
Semua Puji Untuk Allah, Tuhan Semesta Alam.
ARRAHMAANIR RAHIIM.
Yang Maha Pengasih Sekali lagi Maha Penyayang.
MAALIKIYAUMIDDIIN.
Penguasa Hari Pembalasan.
IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IINU.
Cuma Kepada-Mu lah Saya Menyembah Serta Cuma Kepada-Mu lah Saya Memohon Pertolongan.
IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM.
Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus.
SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WALADHDHAALLIIN. AAMIIN.
Yakni Jalannya Orang-Orang Yang Sudah Kau Beri Nikmat, Bukanlah Jalannya Orang-Orang Yang Kau Murkai Serta Bukanlah Juga Jalannya Orang-Orang Yang Sesat.
Lalu membaca Surah Surah pendek, misalnya :
SURAT AL MAUN


1) ARA’AITAL LADZI YUKADZIBU BID-DIN
2) FADZALIKAL LADZI YADU’UL YATIM
3) WALAI YAHUDDU’ALA TA’AMIL MISKIN
4) FA WAILUL LIL MURSALLIN
5) AL LADZINA HU’AN SALATIHIM SAHUN
6) AL LADZINA HUM YURA’UNA
7) WU YAMNA’UNAL MAUN
SURAT AL ASRI

1) WAL ASRI
2) INNAL INZANNA LAFI KUSRIN
3) ILLA LADZINNA AMMANU WAAMILUSA LIHATI
4) WA TAWA SOBIL HAQI
5) WA TAWA SOBI SOBR
SURAT AL FALAQ

1) QUL ‘AUDZU BII ROBBIL FALAQ
2) MIN SYARIMMA KHOLAQ
3) WA MIN SYARI QHOSIQIN IDZA WAQOB
4) WAMIN SYARI NAAFATATI FIL UQOD
5) WAMIN SYARI KHASIDDIN IDZA KHASAD
SURAT AL QURAISY

1) LI ILLA IFI QURAISYIN
2) ILLA FIHIM RIHLATASY SYITAI WAS SAIF
3) FAL YA’BUDU RABBA HADZAL BAIT
4) ALLADZI AT’AMAHUM MIN JU’IW WA AMMANAHUM MIN KAUF
SURAT AL FIL

1) ALAM TARA KAIFA FA’ALA RABBUKA BI’AS HABIL FIL
2) ALAM YAJ’AL KAIDAHUM FI TAD’LIL
3) WA ARSALA ‘ALAIHIM TAIRAN ABABIL
4) TARMIHIM BIHIJARATIM MIN SIJJIL
5) FA JA’ALAHUM KA’AS FIM MA’KUL
SURAT AL LAHAB

1) TABBAT YADZA ABI LAHABIW WADZAB
2) MA’AQNA ‘ANHU MALUHU WAMA KASAB
3) SA YASLANARON ZATA LAHAB
4) WAMRO ATUHU HAMMA LATAL HATAB
5) FIJIDIHA HABLUM MIM MASAD
SURAT AN NAS

1) QUL ‘A’UDZU BII ROBBINNAS
2) MALIKI NAAS
3) ILLAHI NAAS
4) MIN SYARI WAS WSAHIL QONAAS
5) ALLADZI YUKADZIBU FI ZUDZIRINNAAS
6) MINNAL JINNATI WA NAAS
SURAT AT TAKATSUR

1) AL HA KUMUT TAKATSUR
2) HATTA SUR TUMUL MAQHOBIR
3) KHALLA SAUFA TA’LAMUN
4) TZUMMA KHALLA SAUFA TA’LAMUN
5) KHALLA LAU TA’LAMUN ILMAL JAHIM
6) LA TARA WUNAL JAHIM
7) TZUMA LATARA WUNAHA ‘AINAL YAQIM
8) TZUMMA LATUS ALLUNA YAUMA IDZIN ‘ANIN NAIM
SURAT AL ZALZALAH

1) IDZA ZUL ZILLATIL ARDZU ZIL ZALAHA
2) WA AKHRO’ JATIL ARDZU ADZ KHOLAHA
3) WA KHALAL INZANU MALAHA
4) YAUMA IDZIN TUHADDZITSU ASSYITATAN LIYURA’U ‘AMALAHUM
5) FAMAN YA’MAL MITS QOLLA DHAROTIN QHAIRON YAROH
6) WAMAN YA’MAL MITS QOLLA DHAROTIN SYAIRON YAROH.
SURAT AN NASR

1) ALAM NASRAH LAKA SODROQ
2) WA MA DLAKNA ANKA WISROQ
3) ALLADZI ANKHO DZAL DHAHROQ
4) WA RAFA’NA LAKA DZIKROQ
5) FA INNA MA’AL USRI USRO
6) INNA MA’AL USRI USRO
7) FA IDZA FAROQTHA FANZOB
8) WA ILLA ROBBIKA FARQOB.
SURAT AL KAUTSAR

1) INNA ‘AKTOINNA KAL KAUTSAR
2) FA SHOLI LIROBBIKA WANKHAR
3) INNA SANNI’AKKA HUWAL AB’TAR
SURAT AL IKHLAS

1) QUL HUWALLAHU AHAD
2) ALLOHU SHOMAD
3) LAM YALID WALAM YULAD
4) WALAM YAKULAHU KHUFUAN AHAD
SURAT AL KAFIRUN

1) QUL YA AYYUHAL KAFIRUN
2) LA’AKBUDZU MATA’BUDZUN
3) WALA ANTUM ‘ABIDUN NAMA ‘ABUD
4) WALA ANNA ‘ABIDUN MA’ABADUN
5) WALA ANNA ‘ABIDUN NAMA ‘ABUD
6) LAUKM DINUKUM WAL YADIM
SURAT AL QODAR

1) INNA ANZALNAHU LAILATIL QODAR
2) WAMA ADROKA MA LAILATUL QODR
3) LAILATUL QODRI KHAIRUM MIN ALFI SYAHRI
4) TANAZZALUL MALA IKATU WARRUHU FIHA BI’IZNI RABBIHIM MIN KULLI AMRI
5) SALAMUN HIYA KHATAMAT LA’IL FAJR
Pergerakan Rukuk Dalam Sholat. Rukuk berarti membungkukkan tubuh. Mengenai langkah mengerjakannya yaitu seperti berikut.

Angkat tangan sembari mengatakan takbir. Langkahnya sama dengan takbiratulihram.
Turunkan tubuh ke tempat membungkuk.
Ke-2 tangan menggenggam lutut. Bukanlah menggenggam betis atau paha. Jari-jari tangan direnggangkan. Tempat tangan lurus, siku tidak ditekuk.
Punggung serta kepala sejajar. Punggung serta kepala dalam tempat mendatar. Tidaklah terlalu cenderung ke bawah. Tidak juga mendongah ke atas.
Kaki tegak lurus, lutut tidak ditekuk.
Pinggang direnggangkan dari paha.
Pandangan lurus ke tempat sujud.
Setelah tempat ini mantap, lalu membaca satu diantara doa rukuk.
Mengenai bacaan Rukuk Jadi Tersebut :
R U K U’
SUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH. – 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Serta Dengan Memuji-Nya.
Pergerakan Iktidal dalam Sholat Iktidal yaitu bangkit dari rukuk. Tempat tubuh kembali tegak. Saat bangkit disunahkan mengangkat tangan seperti saat takbiratulihram. Berbarengan dengan itu membaca kalimat “sami’allahu liman hamidah”. Tubuh kembali tegak berdiri. Tangan rapat di samping tubuh. Ada pula yang kembali pada tempat bersedekap seperti saat membaca surat Al Fatihah. Ketidaksamaan ini berlangsung karna lain pemaknaan pada hadis dalilnya. Walau sebenarnya dalil yang dipakai sama. Tetapi, jumhur ulama setuju kalau waktu iktidal itu menaruh tangan rapat di samping tubuh.
Setelah tubuh mantap tegak berdiri, baru membaca satu diantara doa iktidal.
I’TIDAL
SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.
Mudah-mudahan Allah Mendengar (Terima) Pujian Orang Yang Memuji-Nya (Serta Membalasnya).
RABBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL ‘ULARDHI WA MIL ‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.
Wahai Tuhan Kami! Cuma Untuk-Mu lah Semua Puji, Sepenuh Langit Serta Bumi Serta Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Selanjutnya.
Pergerakan Sujud dalam Sholat Sujud berarti tempelkan kening pada lantai. Menurut hadis kisah Jamaah, ada tujuh anggota tubuh yang menyentuh lantai saat sujud, yakni :

muka (kening serta hidung),
dua telapak tangan,
dua lutut, dan
dua ujung telapak kaki.
Langkah lakukan sujud yaitu seperti berikut.

Turunkan tubuh dari tempat iktidal, diawali dengan menekuk lutut sembari mengatakan takbir.
Tempatkan ke-2 lutut ke lantai.
Tempatkan ke-2 telapak tangan ke lantai.
Tempatkan kening serta hidung ke lantai.
Talapak tangan di buka, tidak dikepalkan. Walau demikian, jari-jarinya dirapatkan, serta ini hanya satu pergerakan dimana jari-jari tangan dirapatkan, sesaat dalam pergerakan yang lain jari-jari ini senantiasa direnggangkan.
Jari-jari tangan serta kaki semua menghadap ke arah kiblat. Ujung jari tangan letaknya sejajar dengan bahu.
Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah untuk lelaki). Untuk wanita ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Tetapi, bisa juga merenggangkannya.
Renggangkan pinggang dari paha.
Tempat pantat lebih tinggi dari pada muka.
Sujud sebaiknya dikerjakan dengan tenang. Saat telah mantap sujudnya, bacalah satu diantara doa sujud.
Saat bangkit dari sujud untuk berdiri ke rakaat selanjutnya, disunahkan muka lebih dahulu dianggkat dari lantai, lalu tangan, serta disusul dengan mengangkat lutut sampai berdiri tegak.
Bacaa pada saat sujud :
SUJUD
SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH. – 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi Serta Dengan Memuji-Nya.
Pergerakan Duduk pada Dua Sujud. Duduk pada sujud yaitu duduk iftirasy, yakni :

Bangkit dari sujud pertama sembari mengatakan takbir.
Telapak kaki kiri di buka serta diduduki.
Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
Tubuh tegak lurus.
Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
Telapak tangan di buka. Jari-jarinya direnggangkan serta menghadap ke arah kiblat.
Telapak tangan ditempatkan diatas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
Pandangan lurus ke tempat sujud.
Sesudah tempat tumakninah, baru lalu membaca satu diantara doa pada dua sujud.
Bacaannya Jadi Tersebut :
DUDUK DIANTARA DUA SUJUD
RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINII WA’FU ‘ANNII.
Ya Tuhanku! Ampunilah Saya, Kasihanilah Saya, Cukupkanlah (Kekurangan) -Ku, Angkatlah (Derajat) -Ku, Berilah Saya Rezki, Berilah Saya Panduan, Berilah Saya Kesehatan Serta Maafkanlah (Kekeliruan) -Ku.
Pergerakan Tasyahud (Tahiyat) Awal. Duduk Tasyahud Awal Duduk tasyahud awal yaitu duduk iftirasy, sama dengan duduk pada dua sujud. Ini pada salat yang lebih dari dua rakaat, yakni pada salat zuhur, asar, magrib, serta isya. Langkahnya yaitu seperti berikut.

Bangkit dari sujud ke-2 rakaat ke-2 sembari membaca takbir.
Telapak kaki kiri di buka serta diduduki.
Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
Tubuh tegak lurus.
Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
Telapak tangan di buka. Jari-jarinya direnggangkan serta menghadap ke arah kiblat.
Telapak tangan ditempatkan diatas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
Disunahkan berikan isyarat dengan telunjuk, yakni telapak tangan kanan digenggamkan. Lalu telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam tempat ini lalu membaca doa tasyahud.
Bacaannya seperti berikut :
TASYAHUD AWAL
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Semua Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Serta Kebaikan Yaitu Punya Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Mudah-mudahan Keselamatan, Rahmat Allah Serta Berkah-Nya (Tetaplah Tercurahkan) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Mudah-mudahan Keselamatan (Tetaplah Terlimpahkan) Atas Kami Serta Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
Saya Bersaksi Kalau Tidak Ada Tuhan Terkecuali Allah. Serta Saya Bersaksi Kalau Muhammad Yaitu Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah! Limpahkanlah Rahmat Pada Penghulu Kami, Nabi Muhammad!.

Pergerakan Tasyahud Akhir. Tasyahud akhir yaitu duduk tawaruk. Langkahnya yaitu.

Bangkit dari sujud ke-2, yakni pada rakaat paling akhir salat, sembari membaca takbir.
Telapak kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Jadi, panggul duduk menyentuh lantai.
Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
Tubuh tegak lurus.
Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
Telapak tangan di buka. Jari-jarinya direnggangkan serta menghadap ke arah kiblat.
Telapak tangan ditempatkan diatas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
Disunahkan berikan isyarat dengan telunjuk, yakni telapak tangan kanan digenggamkan. Lalu telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam tempat ini lalu membaca doa tasyahud, selawat, serta doa sesudah tasyahud akhir.
Bacaannya seperti berikut :
TASYAHUD AKHIR
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Semua Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Serta Kebaikan Yaitu Punya Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Mudah-mudahan Keselamatan, Rahmat Allah Serta Berkah-Nya (Tetaplah Tercurahkan) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Mudah-mudahan Keselamatan (Tetaplah Terlimpahkan) Atas Kami Serta Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
Saya Bersaksi Kalau Tidak Ada Tuhan Terkecuali Allah. Serta Saya Bersaksi Kalau Muhammad Yaitu Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD (tasyahud awal) WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah! Limpahkanlah Rahmat Pada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Serta Pada Keluarga Penghulu Kami Nabi Muhammad.
KAMAA SHALLAITAA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
Seperti Sudah Engkau Limpahkan Rahmat Pada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Serta Pada Keluarganya.
WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Serta Limpahkanlah Barokah Pada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Serta Pada Keluarganya.
KAMAA BAARAKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
Seperti Sudah Engkau Limpahkan Barokah Pada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Serta Pada Keluarganya.
FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID. YAA MUQALLIBAL QULUUB. TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIK.
Benar-benar Di Alam Semesta Ini, Engkau Maha Terpuji Sekali lagi Maha Mulia. Wahai Zat Yang Menggerakkan Hati. Tetapkanlah Hatiku Pada Agama-Mu.
Pergerakan salam. Pergerakan salam yaitu menengok ke arah kanan serta kiri. Menengok dikerjakan hingga kurang lebih searah dengan bahu. Bila jadi imam dalam salat berjamaah, salam dikerjakan hingga tampak hidung oleh makmum. Menengok dikerjakan sembari membaca salam.
Mengenai bacaan salam seperti berikut :
salam ke arah kanan serta kiri seraya mengatakan : “ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH, ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH (Mudah-mudahan keselamatan serta rahmat Allah limpahkan padamu).